|
Ratih Sang
adalah seorang yang smart, memiliki best performance dan
berkepribadian tangguh. Jiwa entrepreneurnya juga sangat kuat. Dia adalah sosok
ideal bagi program pemberdayaan perempuan melalui perannya sebagai Duta
Perempuan PERKASSA. Sebuah program pemerintah untuk koperasi wanita.
(Suryadharma Ali, Menteri
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah)
Ratih adalah sosok yang cerdas.
Hal yang istimewa dari Ratih, saat karirnya sebagai
peragawati terkemuka dan sudah mencapai puncaknya, dia berani melepaskan
singgasana itu yang seharusnya tidak dilepaskan. Mungkin bagi orang lain
sulit untuk melepaskannya. Karena hidayah inilah yang menjadikan dia berani
untuk berubah menjadi wanita Muslimah dan berdedikasi untuk berdakwah lewat
busana Muslimah.
(Drs. H. Maftuh Ikhsan, Majelis
Ulama Indonesia)
Sebutan kerudung Ratih Sang, bukan
sekedar genre baru dalam dunia busana muslimah. Lebih dari itu, Ratih Sang merupakan ikon
kebangkitan spiritual di kalangan selebritis.
(M. Din Syamsuddin, Ketua
Umum PP Muhammadiyah)
Ada pepatah mengatakan bahwa pakaian menunjukkan kepribadian. Ukuran itu
tidak berubah oleh perubahan waktu dan zaman. Seorang Ratih berhasil hijrah, dari gaya lama sebagai seorang praktisi modelling,
ke arah modelling spiritual. Bahkan ia berhasil
mentransformasikannya sebagai media dakwah Islamiyah. Selain itu, Ratih mampu mengombinasikan diri selain sebagai
seorang peragawati juga merancang busana. Saya sudah mencermati beberapa
karya hasil buah rancangannya, ada kerudung dan jubah. Hal ini memberikan
nilai plus bagi Ratih.
(Dr. Syafii Antonio, Pakar
Ekonomi Syariah)
Dengan hijrahnya Ratih dari Indonesia ke Eropa
dan Amerika, menjadikan Ratih tampil matang.
Kalau orang tidak pernah melakukan transformasi diri, akan menjadi kuper. Jadi,
Ratih mengalami bermacam experience baru.
Menurut saya, Ratih dapat me-marketing
dirinya dengan baik. Dia telah melakukan positioning, differentiation dan
branding sejak dulu. Itulah kehebatan Ratih
yang jarang dimiliki model lain.
(Hermawan Kertajaya, Pakar
Marketing)
Saya rasa banyak orang yang akan berpendapat sama dengan saya tentang Ratih Sanggarwaty. Meskipun termasuk model papan
atas, tetapi ia adalah pribadi yang menyenangkan karena sangat bersahabat dan
penuh kerendahan hati. Ratih bisa dikatakan
adalah pionir yang mendapat tempat khusus di dunia public relations busana
muslim. Sehingga busana yang awalnya kurang diminati menjadi tampil populer
baik di lingkungan para santri maupun di masyarakat luas, termasuk masyarakat
kelas menengah dan eksekutif. (Ustz. Badriyah
Fayumi, Anggota DPR & Redaktur Ahli Majalah NooR)
Tidak diragukan lagi, Ratih Sang aktif dan
memberikan warna pada dunia modelling yang dapat menambah imej positif
dan sangat religius. Ini langkah (terobosan baru), sehingga tidak sedikit
kalangan remaja putri Muslimah mengikuti jejak Ratih.
Tetap tampil modis dengan mengenakan busana Muslimah. (Ani Murdiati, Direktur Bisnis Bank Mega Syariah)
Ratih Sang adalah wanita pemberani. Dia
mencoba berkiprah di luar negeri. Sementara belum ada model yang melakukannya
pada akhir tahun ’80-an. (Iwan Tirta, Maestro
Batik Indonesia)
Saya melihat Ratih dengan jelas; percaya diri, ambisi dan motivasinya sangat
kuat untuk maju dan menjadi model profesional. Dalam waktu yang singkat, bisa
mensejajarkan dirinya dengan top model yang sudah ada sebelumnya. Bahkan, hal
yang sangat membanggakan saya sebagai orang Indonesia adalah bahwa dia pernah
difoto untuk majalah busana pengantin di luar negeri. Ini adalah bukti bahwa
dia ingin menunjukkan pada dunia saat itu, bahwa model Indonesia bisa
berkiprah di luar negeri. (Robby Tumewu, desainer)
Saya sering meriasnya untuk pemotretan di majalah Kartini dan Femina.
Saya sangat terkesan dengan ekspresinya yang bagus. Karir Internasional Ratih terus melesat bak meteor. Namun, Ratih yang saya kenal sejak awal merias tetap tidak
berubah, terus menjaga hubungan baik dengan teman-teman. (Sugi Martono, Penata Rias)
Sosoknya multi talenta. Saya melihat kegiatannya sangat banyak. Penggagas
majalah wanita, memimpin Lembaga Pendidikan
Ratih Sang, menulis puisi, menulis buku, pembicara; bidang
kewanitaan, fashion, modelling, keluarga, kepribadian, kecantikan dan public
relation. Kemampuan mbak Ratih untuk bicara soal-soal tadi tidak perlu
diragukan lagi. (M. Kahfi Siregar, Redaktur
Tabloid Infotainment)
Kami punya pengalaman terbang dengan Concorde yang luar biasa mahal dan mewah
itu dari New York ke Paris. Seru! Saya ingat gaya five star-nya yang
terkenal. Saya masih punya majalah “Vogue Sposa” dari Itali yang
memuat foto-foto Ratih di Maroko. Ratih itu diva, fashion icon, dengan sense of
humor yang tinggi, lovable dan dia tahu apa yang dia mau.
(Miki Mansur Khan, Event
Coordinator)
Saya sebulan bisa dua kali ke luar kota dan setahun bisa empat kali ke luar
negeri. Dan hal yang sangat mengasyikkan, jika pergi bersama Ratih. Karena dia punya banyak teman. Saya yakin,
jilbab tidak mengubah rezeki. Setelah berjilbab, Ratih
tetap mendapatkan pekerjaan terus-menerus. Saya justru melihat sekarang dia
kebanjiran pekerjaan.
(Jamal Hassan, Koreografer)
Setiap hari Ratih tampil fashionable,
sehingga setiap orang yang berpapasan dengannya, bisa dipastikan menengok
padanya. Tak heran, bila dunia kerja di New York dalam waktu relatif singkat
sukses dirambahnya.
(S.B. Wahyudi, Mantan
Art Director Martina Berto)
Mbak Ratih bukan saja menjadi motivator, tapi
juga kawan yang mengerti silaturrahim dengan baik. Mbak Ratih itu mengasyikkan. Kalau bercanda juga lepas, nggak
jaim (jaga imej) dan ngangenin. Serasa jadi punya Mbak sendiri.
(Hedi Yunus, Penyanyi
dan Presenter)
Sama-sama aktif di dunia seni. Aku yo melawak, mbak Ratih di televisi tampil serius
meski sehari-hari seneng melempar guyon. Mbak Ratih menjadi inspirasiku
dalam menjalani hidup yang ikhlas, bersahaja tapi bisa memberikan manfaat
bagi banyak orang.
(Theny Staright, Pelawak)
Ratih memang seorang top model profesional,
sangat kooperatif, atusiasme tinggi, ringan tangan dan selalu total dalam
bekerja dan berkarya.
(Yoyok Budiman, Fotografer)
Ratih Sang
telah menciptakan tradisi berjilbab yang khas; gembira, berwarna, cantik dan
tetap syar’i.
(Moh. Arifin Purwakananta,
Vice President for Strategic Alliances Dompet Dhuafa)
Dakwah lewat busana Muslimah yang dilakukan mbak Ratih,
tentu amat efektif. Karena dia adalah otoritas di bidangnya. Kemampuan dan
daya tariknya, dapat menunjukkan kepada orang lain bahwa busana Muslimah sama
sekali tak anti mode. Orang tetap dapat berbusana mengikuti syariah, tapi
tetap tampil indah. (Dr. Haidar Bagir, Direktur
Utama PT. Mizan Publika)
|